Kongres “ISPAH”HARI KETIGA

[:id]Selamat pagi dan selamat bertemu kembali dengan laporan dari Kongress ISPAH Hari Ketiga, hari Selasa tanggal 25 Oktober 2022.

Seperti juga hari kedua, congress diawali dengan symposium dan presentasi oral sesi parallel yang menampilkan tidak kurang dari 100 paper di sekitar enam ruang parallel sessions. Tema-tema yang ditetapkan panitia juga sama seperti sebelumnya, terdiri dari 8 tema utama, yaitu: 1) Active Transport, 2) School-Based Interventions, 3) Physical Activity in Health Services, 4) Monitoring and Data Systems, 5) Activity Facilities, 6) Method Development, 7) Policy and Guideline Development, and 8) Activity Program.

Dari sisi topik berdasarkan tema-tema di atas diketahui bahwa kongres hari ketiga merupakan arah yang menajamkan tema-tema ke arah tugas pemerintah dalam mempertanggung-jawabkan kewajiban mereka dalam memberi pelayanan kepada masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja. Active transport dan school based intervention hanya dapat didorong oleh pemerintah, demikian juga dengan tugas pelayanan Kesehatan terkait aktivitas jasmani. Tidak kalah pentingnya, pemerintah pun amat bertanggung jawab dalam memonitoring dan sistem pendataan, serta sekaligus menyediakan fasilitas yang diperlukan. Sedangkan dalam hal metode pengembangan, kebijakan dan pengembangan pedoman juga hanya dapat diprakarsai oleh pemerintah, termasuk penyelenggaraan programnya.

Yang luput diceritakan di laporan hari kedua adalah tentang upaya panitia menjaga keterlibatan peserta dalam setiap sesi. Di setiap ruang sesi parallel, disediakan scanner kartu ID peserta, sehingga setiap kali peserta memilih satu topik tertentu dan masuk ke dalam ruang tersebut, peserta harus melakukan scan kartu pesertanya untuk mencatat dan menyatakan kehadirannya di ruang tersebut. Dari situ pulalah peserta diidentifikasi keikutsertaannya sehingga nanti dapat diperhitungkan kelayakannya untuk mendapat sertifikat atau tidaknya.

Khusus untuk member AHKGA, setelah Launching dilakukan di hari kedua, para peserta anggota AHKGA dari setiap negara diminta untuk selalu bersiap menjadi poster presenters pada jadwal-jadwal istirahat dari program parallel session. Para wakil dari setiap negara harus siap di depan poster nya masing-masing, untuk menjawab pertanyaan dari para pengunjung yang berminat memperdalam temuan-temuan setiap negara. Di samping itu, para wakil negara juga diminta mengumpulkan produk-produknya dari mulai buku laporan, flyer atau brosur, infografik, bahkan termasuk benda-benda yang terkait dengan alat perangsang gerak anak seperti bola, beans bag, bahkan stickers dan pins, dan dipajang di meja yang disediakan.

Buku report card Indonesia dinilai sangat tinggi oleh AHKGA Board, karna di samping bukunya dibuat dari bahan kertas yang deluxe dan glossi, isinya termasuk yang cukup lengkap. AHKI menampilkan buku laporannya, baik yang berbentuk long-form maupun yang short-form berupa brosur. Anggota AHKGA yang lain pun dengan antusias melengkapi booth tersebut dengan memamerkan produk-prodsuk mereka di meja-meja yang disediakan.

Malamnya, peserta yang sudah mendaftar diingatkan untuk menghadiri Gala Dinner yang dilaksanakan di sebuah halaman hotel bintang 6. Makanan yang bercitarasa ala arabian food disaji secara terbuka di belakang hotel yang juga berada di pinggir sungai yang menghadapkan peserta ke view masjid terbesar di Abu Dhabi yang terletak di seberang sungai. Tiga bus besar dikerahkan untuk mengangkut para peserta dari lokasi National Exhibition Center menuju hotel Fairmont yang berlokasi di daerah perkotaan Abu Dhabi tersebut.

Para peserta mengisi acara tersebut dengan saling memperkenalkan diri satu sama lain, saling bertukar kartu nama, dan saling berjanji untuk menjalin kerjasama akademik di kemudian hari. Beberapa eksperts yang menjadi keynote speakers tentu saja paling banyak dikerumini para peserta, untuk memperkenalkan masing-masing institusinya kepada mereka, dan sekaligus meminta mereka untuk bersedia berfoto, baik dengan cara swafoto maupun foto yang diambil oleh para fotografer yang juga berseliweran di lokasi.[:en]

Good morning and welcome to the report from the Third Day ISAH Congress, Tuesday, October 25, 2022.
Like on the second day, the congress began with a symposium and oral presentation of parallel sessions featuring no less than 100 papers in around six parallel session rooms. The themes set by the committee are the same as before, consisting of 8 main themes, namely: 1) Active Transport, 2) School-Based Interventions, 3) Physical Activity in Health Services, 4) Monitoring and Data Systems, 5) Activity Facilities, 6) Method Development, 7) Policy and Guideline Development, and 8) Activity Program.
In terms of topics based on the themes above, it is known that the third day of the congress is a direction that sharpens the themes towards the government’s duty to account for their obligations in providing services to the community, especially children and adolescents. Active transport and school-based intervention can only be encouraged by the government, as well as the task of health services related to physical activity. Equally important, the government is also very responsible for monitoring and data collection systems, as well as providing the necessary facilities. Meanwhile, in terms of development methods, policies and guidelines development can only be initiated by the government, including the implementation of the program.
What was missed in the second day’s report was the committee’s efforts to keep participants involved in each session. In each parallel session room, a participant ID card scanner is provided, so that every time a participant chooses a particular topic and enters the room, the participant must scan his participant card to record and state his presence in the room. From there, participants will be identified for their participation so that later their eligibility to get a certificate can be calculated or not.
From the AHKGA side, after the launch was carried out on the second day, the participants of AHKGA members from each country were asked to collect their products from report books, flyers or brochures, infographics, even including objects related to children’s movement stimulants such as balls, beans bags, even stickers, and pins, and displayed on the table provided. The poster presentations were also filled with country leaders and visitors who asked questions and had to get answers immediately.
The Indonesian report card book is rated very highly by the AHKGA Board because apart from being made of deluxe and glossy paper, its contents are quite complete. AHKI displays its report books, both long-form, and short-form in the form of brochures.
In the evening, participants who have registered (paid) are reminded to attend the Gala Dinner which is held in a 6-star hotel courtyard. Food that tastes like Arabian food is served openly behind the hotel which is also on the edge of the river which exposes participants to the view of the largest mosque in Abu Dhabi is located across the river.
[:]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *